Home

Kamis, 05 Juli 2012

Cara Mengatasi Penyakit Insomnia

penyakit Insomnia adalah sulit tidur atau tetap tertidur. Kondisi ini adalah salah satu dari kondisi yang umum dan banyak dikeluhkan. Dengan kondisi ini anda biasanya tetap terbangun dan tidak merasa segar. Insomnia dapat mempengaruhi tidak hanya energy dan suasana hati, tetapi juga kesehatan anda, performa kerja dan kualitas hidup.
Kebutuhan tidur bervariasi pada setiap orang. Banyak orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tujuh sampai delapan jam.  Lebih dari satu dari tiga orang dewasa terkadang memiliki insomnia kronis.

Gejala-gejala Insomnia
Adapun beberapa gejala-gejala yang ditimbulkan, diantaranya :
  • Sulit tidur pada malam hari
  • Terbangun saat malam hari
  • Bangun terlalu awal
  • Tidak merasa segar setelah bangun tidur
  • Lelah atau mengantuk saat siang hari
  • Mudah marah, depresi atau gelisah
  • Sulit memusatkan perhatian
  • Meningkatnya risiko kesalahan dan kecelakaan
  • Sakit kepala
  • Gejala gastrointestina
Sebab-sebab Insomnia
Susah tidur atau Insomnia paling sering disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti : kondisi medis yang menyebabkan nyeri atau penggunaan zat yang mempengaruhi tidur.
Adapun beberapa penyebab umum insomnia, diantaranya :
  • Stress
  • Gelisah
  • Depresi
  • Obat tertentu yang menyebabkan masalah tidur
  • Kafein, nikotin dan alkohol
  • Kondisi medis tertentu
  • Perubahan dalam lingkungan sekitar atau jadwal kerja
  • Kebiasaan tidur yang kurang
  • “Belajar” insomnia, seperti menonton atau membaca sampai larut malam
  • Makan terlalu banyak makanan di malam hari
Faktor Risiko Terkena Insomnia
Risiko terkena insomnia membesar jika:
  • Wanita dua kali lebih besar kemungkinannya mengalami insomnia. Perubahan hormon saat siklus dan menopause memainkan peran
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Mengalami gangguan kesehatan mental
  • Mengalami stress
  • Bekerja pada malam hari
  • Mengalami perjalanan jauh 


Upaya menyiasati insomnia
Dari penjelasan di atas, kita memahami bahwa tidak adanya rasa tenang dan aman secara psikologis menyebabkan ketegangan emosi berlanjut yang bisa menjadi salah satu penyebab seseorang menderita insomnia. Namun, terkadang upaya sederhana yang terurai di bawah ini dapat membantu meringankan gejala insomnia bahkan dapat menyembuhkan insomnia.

1. Cobalah membuat diri rileks satu jam menjelang tidur dengan mendengarkan musik yang lembut atau membaca cerita ringan yang tidak merangsang gejolak emosi.

2. Hindarilah aktivitas fisik yang melelahkan sebelum tidur. Rencanakan kegiatan menyikat gigi, aktivitas di toilet, dan membersihkan tubuh satu jam sebelum tidur.

3. Jika terasa sulit tidur, lebih baik berbaring diam melepas lelah daripada gelisah dan membalik-balikkan badan di tempat tidur karena tidur tidak akan datang. Tidur merupakan aktivitas yang datang dengan sendirinya secara rileks dan lembut, bukan hasil perjuangan yang keras. Jadi, semakin tubuh bergerak gelisah semakin jauh kemungkinan kita bisa tertidur dengan nyenyak.

4. Setiap masa tidur selalu akan ditandai oleh gerakan tubuh setelah jeda waktu tertentu. Waktu tidur yang tenang tanpa gerakan terjadi hanya sekitar 12 menit, untuk kemudian gerakan tubuh tertentu saat tidur membuat seseorang terbangun tiba-tiba. Namun, terbangun beberapa kali oleh gerakan tubuh bukan berarti telah terjadi gangguan tidur. Jadi, jangan terlampau cepat mengambil kesimpulan bahwa kita susah tidur.

5. Dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa kita sulit tidur, tanpa disadari kita mengantisipasi diri untuk mendapatkan gangguan tidur saat waktu tidur tiba.

6. Melepaskan diri dari gangguan tidur dapat kita peroleh dengan berupaya menerima hal itu dengan jiwa besar, tanpa perlawanan keras dengan mengatakan kepada diri, misalnya, saya harus bisa tidur malam ini, atau mengucapkan kalimat seperti: ”Wah, hari sudah gelap, saya takut tidak bisa tidur lagi malam ini.”

Berbagai ungkapan yang mengantisipasi diri untuk tidak bisa tidur akan justru membuat kita sulit tidur. Semakin dilawan atau semakin ditakuti, ketegangan emosi oleh perlawanan dan ketakutan tersebut membuat justru kita benar-benar sulit tidur.

7. Jika kita menyadari bahwa ada masalah yang belum terselesaikan, hendaknya kita cari bantuan profesional untuk mendapat solusi yang tepat. Yakinkan diri kita bahwa melalui ketekunan akan dapat menyelesaikan masalah yang selama ini mengakibatkan ketegangan emosi yang berperan dalam insomnia yang diderita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar